Minggu, 01 September 2013

Listrik PLN Prabayar

Saat ini sebagian pelanggan listrik PLN menggunakan meteran listrik dengan sistem token pulsa/prabayar. Rumah-rumah baru yang dibangun saat ini juga menggunakan meteran listrik dengan sistem token. Hal ini merupakan peluang bisnis yang sangat menggiurkan karena penggunaan listrik tidak akan pernah berhenti. Peluang bisnis penjualan token listrik PLN merupakan peluang yang sangat besar. Setiap orang yang menggunakan meteran listrik dengan sistem ini akan selalu mengisi listriknya sesuai kebutuhan mereka. Peluang bisnis ini akan sama seperti peluang bisnis pulsa. Peluang bisnis menjadi agen pulsa masih terbuka lebar. Dengan menjadi agen pulsa, anda bisa mendapatkan banyak keuntungan. Selain mendapat untung dari menjual pulsa dan token listrik prabayar, anda juga bisa menggunakannya sendiri sehingga harga yang anda dapat lebih hemat dibanding bila membeli ke counter pulsa.



Berikut cara menghitung KWH PLN Prabayar (Token) yang kami peroleh dari berbagai sumber mengenai informasi perhitungan KWH listrik prabayar, beberapa tahapan bisa anda simak dibawah ini.


Tabel: Tarif Dasar Listrik berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.07 Tahun 2010.




Rumus: {(Nominal - admin Bank) - PPJ x (Nominal - admin Bank)} : Biaya per kWh

Keterangan:
Adm Bank = Rp 1.600;
PPJ (Pajak Penerangan Jalan) untuk setiap daerah bervariatif dengan jumlah maksimal   10% dari biaya nominal. Anggap saja untuk Kabupaten 3% dan Kotamadya 6%.

Contoh Kasus:
Pembelian Token PLN Rp. 20.000; Golongan Daya R1 1300 watt daerah Kabupaten Bandung.

Perhitungan:
Adm Bank = Rp. 1.600;
PPJ = 3%
Biaya per KWH = Rp. 790

Maka KWH yang didapat:
= {(20.000 - 1.600) - 3% (20.000 - 1.600) : 790
= (18.400 - 552) : 790
= 17.848 : 790
= 22,59 kWh





Lalu bagaimana dengan Adm Bank Rp. 2.000; mari kita hitung lagi.
Perhitungan:
Adm Bank = Rp. 2.000;
PPJ = 3%
Biaya per KWH = Rp. 790

Maka KWH yang didapat:
= {(20.000 - 2.000) - 3% (20.000 - 2.000) : 790
= (18.000 - 540) : 790
= 17.460 : 790
= 22,10 kWh

Informasi di atas semata-mata hanya sebagai acuan untuk menghitung KWH yang didapat, bukan sebagai cara mutlak untuk mengukur.